Setup Menus in Admin Panel

swanstatistika02@gmail.com

Uji t satu sampel (One Sample T Test) pada R Studio

Halo Sobat Swan, pada pada pertemuan kali ini, swanstatistics akan mengulas mengenai materi Uji t satu sampel (One Sample T Test) pada R Studio
Seperti yang kita ketahui bahwa Uji t satu sampel (One Sample T Test) pada R Studio merupakan prosedur uji t yang digunakan untuk membandingkan nilai tengah suatu sampel dengan suatu nilai konstanta tertentu. Nilai konstanta tersebut pada umumnya merupakan sebuah nilai parameter untuk mengukur nilai populasi.
Hipotesis pada uji t satu sampel
Sintaks uji t satu sampel di R adalah sebagai berikut:
Yang harus diperhatikan saat melakukan Uji T adalah Uji prasyarat yang harus terpenuhi yaitu uji Normalitas. Uji Normalitas harus terlebih dahulu di lakukan, jika asumsi normalitas tidak terpenuhi maka sangat disarankan untuk menggunakan Uji perbandingan nilai tengah yang bebas distribusi yaitu one sampel sign test.
Kasus
Berikut contoh data mengenai waktu penanganan suatu kasus di pengadilan. Pada data ini ingin dilakukan pengujian apakah rata-rata waktu penyelesaian suatu kasus di pengadilan sama dengan 80 hari. Kemudian diambil sampel secara acak sebanyak 20 kasus.
Langkah pertama adalah menentukan hipotesisnya:
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah memanggil data, selanjutnya dilakukan eksplorasi data dan uji normalitas.
Untuk memanggil data dengan format xlsx pada R studio, bisa menggunakan library ‘readxl’, berikut sintaksnya
Untuk mengecek data yang telah di panggil bisa menggunakan beberapa fungsi di R.
Selanjutnya untuk mengeluarkan statistik deskriptif  bisa menggunakan perintah summary()
Setelah mengeluarkan nilai statistic deskriptif selanjutnya dilakukan visualisasi data menggunakan boxplot.
Dari hasil visualisasi boxplot terlihat data memiliki nilai pencilan. Namun sebelum dilakukan penanganan, dilakukan terlebih dahulu uji normalitas, jika datanya normal maka data pencilannya akan diabaikan. Jika tidak normal akan dibuang.
Uji normalitas yang akan digunakan adalah uji saphiro wilks. Pada R, uji normalitas memiliki fungsi shapiro.test()
Dari hasil uji saphiro didapatkan nilai p-value lebih besar dari nilai alpha 0.05 yang berarti terima H0, atau uji normalitas tidak terlanggar. Karena uji normalitas tidak terlanggar sehingga Langkah selanjutnya dapat dilakukan uji t dengan menggunakan fungsi t.test() dan untuk t tabel bisa menggunakan fungsi qt().
Untuk t tabel menggunakan fungsi
Dari hasil diatas didapatkan nilai p-value kurang dari 0.05 yang berarti rata-rata waktu penyelesaian suatu kasus di pengadilan tidak sama dengan 80 hari. Nah pertanyaanya apakah lebih besar atau lebih kecil. Untuk menjawab pertanyaan ini harus dilakukan uji satu pihak, yaitu pihak kanan atau pihak kiri.
Uji Pihak Kanan
Langkah pertama adalah menentukan hipotesisnya:
Untuk t tabel menggunakan fungsi
Dari hasil output diperoleh t hitung = 2.3008 > t tabel = 1.729133 dimana p-value = 0.01645 < alpha = 0.05. Uji hipotesis yang digunakan pada kasus ini adalah uji sisi kanan. sehingga tolak H0. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa waktu penyelesaian suatu kasus di pengadilan lebih dari 80 hari dengan tingkat percayaan 95 %.
Mei 28, 2021
Copyright © 2018 PT. Angsa Statistika Indonesia