Setup Menus in Admin Panel

Teknik Sampling

Sampel adalah sebagian dari populasi. Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita teliti. Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Namun karena sesuatu hal peneliti bisa tidak meneliti keseluruhan elemen tadi, maka yang bisa dilakukannya adalah meneliti sebagian dari keseluruhan elemen atau unsur tadi.

Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel acak atau random sampling/probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability sampling. Yang dimaksud dengan random sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Sedangkan yang dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Yang termasuk probability sampling adalah Systematic sampling, Cluster sampling, Simple random sampling, dan Stratified sampling. Nonprobability sampling yaitu Purposive sampling, Accidental sampling, Snowball sampling, Volounter sampling, dan Quota sampling.

Umunya dalam penelitian baik dibidang sosial, pertanian, ekonomi dan sebagainya keterbatasan dalam hal pendanaan,waktu serta sumber daya manusia adalah hal yang  biasa. Teknik sampling memberikan solusi untuk dua masalah diawal. Dengan sampling, dapat mereduksi jumlah subyek penelitian tanpa menghilangkan akurasi keputusan yang diambil.

Teori Dasar Sampling

  • => Teknik pengumpulan data
  • => Instrumen Pengumpulan data
  • => Populasi dan Sampel
  • => Alasan untuk apa dan mengapa dilakukan pengambilan sampel
  • => Kesalahan sampling dan non sampling
  • => Konsep dasar pengambilan sampel
  • => Probability sampling
  • => Non Probability sampling

 

Probability Sampling

  • => Penarikan Contoh Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
  • => Penarikan Contoh Acak Berlapis (Stratified Random Sampling)
  • => Penarikan Contoh Sistematis (Systematic Random Sampling)
  • => Penarikan Contoh Gerombol (Cluster Random Sampling)
  • => Penarikan Contoh Bertahap (Multi-Stage Sampling)

 

Penarikan Contoh Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

  • => Arti SRS dan cara memilih anggota sampel
  • => Menduga Ukuran-ukuran populasi
  • => Menentukan ukuran sampel
  • => Menentukan ukuran Proporsi
  • => ilustrasi

 

Penarikan Contoh Acak Berlapis (Stratified Random Sampling)

  • => Arti Penarikan Contoh Acak Berlapis
  • => Keuntungan Penggunaan Stratifikasi
  • => Kendala metode sampling dengan Stratifikasi
  • => Menduga Ukuran-ukuran populasi
  • => Menentukan ukuran sampel
  • => Menentukan ukuran Proporsi
  • => Ilustrasi

Penarikan Contoh Sistematis (Systematic Random Sampling)

  • => Arti Penarikan Contoh Acak Sistematis
  • => kapan digunakan penarikan Contoh Sistematis
  • => Menduga Ukuran-ukuran populasi
  • => Menentukan ukuran sampel
  • => Menentukan ukuran Proporsi
  • => ilustrasi

 

Penarikan Contoh Gerombol (Cluster Random Sampling)

  • => Arti dan pentingnya sampling kelompok
  • => Cara pengambilan sampel
  • => Menduga Ukuran-ukuran populasi
  • => Menentukan ukuran sampel
  • => Menentukan ukuran Proporsi
  • => ilustrasi

 

Penarikan Contoh Bertahap (Multi-Stage Sampling)

  • => Arti Penarikan Contoh Bertahap
  • => Cara pengambilan sampel
  • => Menduga Ukuran-ukuran populasi
  • => Menentukan ukuran sampel
  • => Menentukan ukuran Proporsi
  • => ilustrasi

 

Non Probability Sampling

  • => Purposive Sampling
  • => Judgement Sampling
  • => Quota Sampling
  • => Haphazard/ convenience sampling

Lama Pelatihan : 3 Jam

Copyright © 2018 PT. Angsa Statistika Indonesia